Alat pemandu pelayaran diperlukan untuk keselamatan, efesiensi dan kenyamanan pelayaran kapal. Alat ini dapat dipasang di sungai, saluran, pelabuhan dan di sepanjang pantai sehingga pelayaran kapal tidak menyimpang dari jalurnya. Selain sebagai pemandu pelayaran, alat ini juga berfungsi sebagai peringatan pada kapal akan adanya bahaya seperti karang, tempat-tempat dangkal dan juga sebagai pemandu agar kapal dapat berlayar dengan aman di sepanjang pantai, sungai, saluran serta memandu kapal masuk pelabuhan. Alat pemandu pelayaran tersebut bisa berupa konstruksi tetap maupun konstruksi terapung. Untuk alat pemandu tipe konstruksi terapung ini berupa pelampung (buoy) yang diletakan disuatu tempat tertentu

PELAMPUNG (BUOY) SEBAGAI SISTEM PERINGATAN DINI TSUNAMI
   Gempa bumi adalah peringatan alami mengenai datangnya tsunami. Bila Anda merasakan gempa kuat, janganlah berada di lokasi yang mungkin terkena terjangan tsunami. Bila Anda mendengar adanya gempa bumi, waspadalah dengan kemungkinan datangnya tsunami. carilah informasi di radio atau televisi mengenai hal itu. Ingat bahwa sebuah gempa bisa memicu terjadinya tsunami ribuan kilometer jauhnya pada waktu beberapa jam.
   Para saksi mata melaporkan bahwa tsunami Aceh didahului dengan turunnya permukaan air secara tiba-tiba yang kemudian berbalik menjadi gelombang dahsyat. Bila Anda menyaksikan permukaan laut turun secara tiba-tiba, waspadalah karena itu tanda gelombang raksasa akan datang. Larilah ke daerah tinggi dengan segera.
Sebagian korban tsunami Aceh tewas karena mereka justru pergi ke pantai untuk melihat bagaimana air menghilang dan dasar laut menjadi tampak. Banyak yang tidak sadar hal itu merupakan awal hadirnya malapetaka. Para ahli memperkirakan, penyusutan permukaan laut akan memberi waktu sekitar lima menit bagi orang-orang untuk segera meninggalkan wilayah itu.
   Karena tsunami bisa mendekati pantai dengan kecepatan 160 kilometer per jam, maka seringkali terlambat bagi kita untuk menyingkir saat kita melihat kehadirannya.
   Ingatlah pula bahwa tsunami adalah rangkaian gelombang, dan gelombang pertama mungkin bukan yang paling berbahaya. Bahaya dari tsunami bisa berlangsung selama beberapa jam setelah kedatangan gelombang pertama. Rangkaian gelombang tsunami bisa datang berurutan dengan jeda antara lima menit hingga satu jam. Hindarilah lokasi kejadian sampai benar-benar aman.
   Mereka yang selamat dari tsunami lalu menceritakan bahwa laut surut secepat dan sekuat ketika ia menerjang daratan. Beberapa orang terseret ke laut saat gelombang itu berbalik.
   Terjangan tsunami bisa saja hanya kecil di satu titik namun sangat besar di titik lain. Jangan beranggapan karena tanda-tanda tsunami hanya kecil di suatu tempat, maka gejalanya akan sama seperti itu di tempat lain.
   Tsunami bisa menjelajah cepat lewat sungai dan aliran yang berhubungan dengan laut, Menjauhlah dari sungai atau aliran air yang menuju ke laut, seperti halnya Anda sebaiknya menghindari pantai dan laut bila ada tsunami.
   Adalah gagasan yang baik untuk selalu mempersiapkan bahan persedian guna menghadapi kondisi darurat, termasuk obat-obatan, air, dan kebutuhan pokok lain setidaknya untuk 72 jam. Tsunami, gempa bumi, badai, dan bencana lain bisa muncul dengan sedikit tanda atau sama sekali tanpa peringatan.
   NOAA menyarankan, karena aktivitas gelombang tsunami tidak terlalu terasa di lautan terbuka, kapal-kapal sebaiknya tidak kembali ke pelabuhan bila mereka sedang berada di laut dan mendengar adanya peringatan mengenai tsunami di area tersebut. Tsunami bisa menyebabkan perubahan permukaan laut sangat cepat dan menghasilkan gelombang dahsyat di pelabuhan dan tepi pantai. Orang-orang sebaiknya tidak naik ke kapal yang berada di pelabuhan karena tsunami bisa menghancurkannya. (nationalgeographic.com/wsn)

Meramalkan bencana

Sampai saat ini kita belum bisa meramalkan terjadinya gempa bumi. Yang bisa dilakukan adalah mencegah jatuhnya terlalu banyak korban. Tidak mungkin mengosongkan seluruh daerah rawan gempa dari penduduk. Konstruksi tahan gempa adalah salah satu alternatif. Demikian pula dengan tsunami, tidak mungkin mengosongkan seluruh daerah pantai di sekitar daerah rawan gempa.

Yang mungkin adalah mengadakan sistem peringatan dini dan prosedur evakuasi manakala peringatan dini terjadi. Memang ini tidak menyelesaikan seluruh masalah karena apabila pusat gempa terjadi tidak jauh dari pantai, tsunami bisa datang dalam hitungan menit sehingga tidak mungkin ada kesempatan untuk melarikan diri. Tapi prosedur evakuasi masih bisa dilakukan untuk berjaga-jaga manakala gempa yang mungkin menimbulkan tsunami terjadi jauh dari daerah kita sehingga memberi kesempatan untuk evakuasi.

Bukan hal yang gampang dan jelas dibutuhkan biaya yang besar untuk ini. Pendidikan pada masyarakat harus diberikan dan ini tidak mudah. Seringkali pengungsian setelah adanya peringatan tidak berjalan dengan baik karena masyarakat butuh bekerja dan makan. Para penduduk desa di lereng Merapi yang dulu sempat diterjang ‘wedus gembel’ alias glowing avalanche atau aliran gas, bebatuan dan debu super panas di tahun 1994 pun segera kembali ke tempat tinggalnya lagi setelah diungsikan. Mereka butuh tempat tinggal dan lahan bercocok tanam. Cerita serupa pasti terjadi juga di daerah-daerah rawan bencana lain di Indonesia. Maka kembali lagi, harus kita pikirkan tindakan-tindakan yang bisa mengurangi jumlah korban yang bisa kita lakukan. Alam memang terlalu kuat untuk kita lawan.

a. DART


  1. 1. Permanent Magnet Linear Buoy

Peneliti Universitas Oregon mempublikasikan temuan teknologi terbarunya yang diberinama Permanent Magnet Linear Buoy. Diberinama buoy karena memang pada prinsip dasarnya teknologi terbaru tersebut dipasang untuk memanfaatkan gelombang laut di permukaan. Berbeda dengan buoy yang digunakan untuk mendeteksi gelombang laut yang menyimpan potensi tsunami.

  1. 2. Sistim Kerja Permanent Magnet Linear Buoy

Peneliti Oregon menjelaskan prinsip dasar buoy penghasil listrik tersebut yaitu dengan mengapungkannya dipermukaan. Gelombang laut yang terus mengalun dan berirama bolak-balik dalam buoy ini akan diubah menjadi gerakan harmonis listrik

Sekilas bila dilihat dari bentuknya, buoy ini mirip dengan dinamo sepeda. Bentuknya silindris dengan perangkat penghasil listrik pada bagian dalamnya. Buoy di apungkan di permukaan laut dengan posisi sebagian tenggelam dan sebagian lagi mengapung.

Kuncinya, terdapat pada perangkat elektrik yang berupa koil (kuparan yang mengelilingi batang magnet di dalam buoy). Saat ombak mencapai pelampung, maka pelampung tersebut akan bergerak naik dan turun secara relatif terhadap batang magnet sehingga bisa menimbukan beda potensial dan listrik dibangkitkan. Oregon State University (OSU).

3. Manfaat

Annette von Jouanne, teknisi dari Oregon State University (OSU). menuturkan dalam percobaan sistem ini diletakkan kurang lebih satu atau dua mil laut dari pantai. Kondisi ombak yang cukup kuat dan mengayun dengan gelombang yang lebih besar akan menghasilkan listrik dengan tegangan yang lebih tinggi. Berdasarkan hasil penelitian Universitas Oregon, setiap pelampung mampu menghasilkan daya sebesar 250 kilowatt

Dibandingkan dengan energi angin atau matahari, energi gelombang laut kerapatannya jauh lebih tinggi. Peneliti yang sama dari OSU, Alan Wallace menyebutkan penyediaan energi gelombang ini dengan hanya 200 buoy yang diapungkan, satu buah pelabuhan atau kota besar seperti Portland sudah dapat memanfaatkan energinya dengan sangat melimpah tanpa harus menarik bayaran.

Peneliti percaya jika hasil penelitian tersebut benar-benar di optimalkan di sepanjang pantai, seluruh energi listrik di dunia sudah bisa terpenuhi. ”Jumlah ini ditaksir hanya mengambil 0,2 persen energi pantai,” kata Alan. Keyakinannya semakin lebih diperkuat dengan efisiensi penghasilan energi yang tinggi dan besar, energi gelombang laut ini bisa menjadi energi utama pengganti energi sekarang.

Di samping nilai ekonomis yang cukup menjanjikan ada hal-hal lain yang dapat memberikan keuntungan di bidang lingkungan hidup. Energi ini lebih ramah lingkungan, tidak menimbulkan polusi suara, emisi CO2, maupun polusi visual dan sekaligus mampu memberikan ruang kepada kehidupan laut untuk membentuk koloni terumbu karang di sepanjang jangkar yang ditanam di dasar laut. Pada kasus-kasus seperti ini biasanya lebih menguntungkan karena ikan dan binatang laut selalu lebih banyak berkumpul.

Penempatan buay dengan ukuran yang tidak terlalu besar juga tidak mengganggu pelayaran. Rata-rata dengan besar buoy kurang dari dua meter, kapal besar atau kecil bisa melihat objek tersebut dan dapat menghindarinya.